PROFIL

Banyak investor membeli saham...
tanpa tahu nilai wajarnya.

Mereka beli karena:

  • harga naik

  • ikut rekomendasi

  • atau "terlihat murah"

Akibatnya?

  • Beli mahal.

  • Jual saat panik.

Masalah terbesar investor bukan
kurang informasi.

Tapi: tidak tahu bagaimana menilai sebuah saham secara objektif.

Harga
Nilai

Harga saham selalu bergerak. Tapi nilai perusahaan tidak berubah secepat itu.
Investor rasional tidak mengejar harga. Dia membandingkan harga dengan nilai.

Jika harga di bawah
nilai → peluang
Jika harga di atas nilai
risiko

Di sinilah Economstock digunakan.

Sebuah framework untuk membantu investor:

memahami
histori saham

Memahami Histori Saham

membaca
distribusi harga

Membaca Distribusi Harga

melihat
konsensus analis

Melihat Konsensus Analis

menghitung nilai
wajar saham

Menghitung Nilai Wajar Saham

Dengan pendekatan ini, kamu bisa:

mengetahui saham
undervalue atau tidak

STOP

menghindari beli di
harga mahal

membuat keputusan
berbasis area
distribusi & akumulasi

tidak mudah
terpengaruh market

Jika harga market menunjukkan:

Area Akumulasi:
Rp5,000

Standar Deviasi:
Rp4,700

Hasil Valuasi / Nilai
Wajar: Rp4,900

Target Konsensus
Analis: Rp9,000

Rp9,000
Rp5,000
Fair Value Area
Rp4,700

Tools Economstock untuk Membantu
Proses Valuasi Anda:

Semua dirancang untuk membantu investor berpikir mandiri.

Mulai sistematisasi valuasi saham Anda sekarang:

Di market, yang penting bukan cepat.

Tapi benar.
Investor rasional tidak terburu-buru.
Dia menunggu...
sampai harga bertemu nilai.
biarkan waktu
menjadi leverage.
lihat aset menggulung
seperti bola salju
(Compounding).
Various news site