Paradoks Energi: Mengapa Penutupan Selat Hormuz Adalah 'Durian Runtuh' bagi Komoditas Indonesia.
economstock
Paradoks Energi: Mengapa Penutupan Selat Hormuz Adalah 'Durian Runtuh' bagi Komoditas Indonesia. "Banyak yang panik saat tensi di Timur Tengah memanas. Katanya, harga BBM bakal meroket dan ekonomi kita jebol. Tapi, benarkah begitu? Ternyata, Indonesia punya "kartu as" yang tidak dimiliki Jepang atau Singapura." Selat Hormuz adalah urat nadi minyak dunia. Jika jalur ini tersumbat, dunia biasanya gemetar. Negara maju seperti Jepang dan Korea Selatan yang bergantung 75% pada pasokan Teluk Persia akan langsung "sesak napas". Lalu bagaimana dengan Indonesia? Narasi konvensional selalu bilang: "Indonesia adalah net-importer minyak, jadi kenaikan harga minyak itu buruk." Namun, jika kita melihat lebih dalam, ceritanya jauh lebih menarik. 1. Masalah Kita Bukan Pasokan, Tapi Dompet (Fiskal) Memang benar, kapasitas kilang Pertamina belum cukup menutupi haus domestik akan Pertalite dan Solar. Risiko nyata bagi kita adalah beban subsidi yang membengkak dan tekanan pada Rupiah. Namun, Pink Bourbon mengingatkan kita bahwa ini hanyalah satu sisi mata uang. Sis…
Posting Komentar
Install Economstock
Akses lebih cepat, ringan, dan baca langsung dari layar utama HP Anda.